Posted in Opinion

Wanita Indonesia dan Definisi Kesuksesan

Wanita Indonesia sudah mulai berpikiran modern saat ini. Banyak di antara mereka yang mengecap pendidikan sampai ke jenjang yang tertinggi dan menempati posisi-posisi penting baik di institusi swasta maupun pemerintahan. 

Namun sayangnya, kadang banyak kaum wanita yang beranggapan bahwa menjadi sukses hanyalah berorientasi pada materi belaka. Definisi sukses sering disamakan dengan kemampuan untuk meraih pendidikan atau jenjang karier yang setinggi-tingginya. Uang kerap kali menjadi tolak ukur kesuksesan seorang wanita. Rasanya sudah “setara” dengan laki-laki bila bisa duduk sama rata dan sama rasa secara materiil.

Akibatnya, tidak sedikit yang lantas mengorbankan kehidupan pribadinya, misalnya keluarga, demi meraih “kesuksesan” yang diyakininya ini. Ada yang menunda berkeluarga hingga usia yang terlampau matang demi ambisi mengejar pendidikan atau karier. Ada pula yang sudah berkeluarga namun ketika dikaruniai keturunan, maka buah hatinya itu dititipkan sepenuhnya pada pihak lain. Sekedar memenuhi kebutuhan anak secara materi sudah dianggap cukup bagi mereka. Bahkan sampai ada yang tidak dikenal oleh anaknya sendiri dan dipanggil “Tante” bila pulang ke rumah saking sibuknya.

Menurut saya, menjadi seorang wanita Indonesia yang sukses bukanlah dengan cara sepenuhnya melupakan kodratnya. Manusia di muka bumi ini bisa terus eksis akibat adanya keberlanjutan dari generasi sebelumnya, karena itu alangkah sayangnya jika mengorbankan kualitas generasi yang akan datang demi mengejar materi yang tidak akan ada habisnya itu. Kodrat seorang wanita adalah menjadi seorang ibu, karena itu meskipun zaman sudah berubah, maka seyogyanya hal tersebut tidak ikut mengikis peranan wanita dalam membentuk sebuah keluarga.

Continue reading “Wanita Indonesia dan Definisi Kesuksesan”

Posted in Opinion

Menantikan Apartemen Bertarif Terjangkau untuk Kelas Menengah di Indonesia

Contoh salah satu apartemen sederhana (gambar: pinterest)

Semakin berkembangnya kota-kota besar di Nusantara menarik para pekerja dari seluruh Indonesia untuk merantau ke sana untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Fresh graduate atau lulusan baru dari berbagai kampus baik negeri dan swasta pun berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan yang memang lebih sering terdapat di kota-kota besar tersebut. Akibatnya, beberapa kota besar sampai ibukota pun disesaki kaum pendatang. Buktinya, saat Lebaran tiba, Jakarta menjadi sepi dari lautan manusia yang biasanya mengakibatkan kemacetan karena sebagian besar penghuninya mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Sayangnya, derasnya arus pekerja yang notabene kelas menengah ini kadang tidak dibarengi dengan infrastruktur yang baik. Mahalnya harga properti membuat para perantauan ini biasanya memutuskan untuk memilih kos sebagai tempat tinggal, bahkan bagi pasangan yang sudah menikah sekalipun. Rumah susun (rusun), yang adalah model apartemen ala Indonesia, juga dirasa kurang pantas mereka tempati karena biasanya dialokasikan untuk kalangan menengah ke bawah.

Memang sudah banyak kos yang menyediakan fasilitas wah dengan tarif yang selangit. Tapi tetap saja, kos berarti berbagi rumah dengan orang lain, yang berarti harus banyak-banyak toleransi. Berbagi kulkas, dapur, sampai kamar mandi pun seringkali dilakukan.

Ingin menyewa apartemen, bahkan yang kelas studio pun kadang berat dilakukan. Apartemen kosongan sering meminta pembayaran full setahun di depan, sementara gaji para pekerja ini biasanya bulanan. Tarifnya pun sering tidak sesuai dengan kondisi keuangan para salary man ini. Lagipula apartemen di Indonesia masih diibaratkan sebagai tempat untuk kalangan kelas atas yang berduit tebal dan bermobil. 

Karena itulah saya mulai berangan-angan, adakah kiranya suatu saat pemerintah tertarik untuk membikin hunian nyaman untuk kalangan kelas menengah yang terdiri dari para karyawan kantoran berpenghasilan sedang ini? Dengan model sedikit lebih baik dari rusun namun tarif yang tidak memberatkan layaknya apartemen. Saya pun terpikir model apartemen ala Jepang, yang tarif sewanya terjangkau bahkan oleh lulusan baru sekalipun.

Continue reading “Menantikan Apartemen Bertarif Terjangkau untuk Kelas Menengah di Indonesia”

Posted in Opinion

(Student) Loan for Life? No, Thanks!

Jika suatu pihak yang membiayai pendidikan Anda sejak SMA sampai universitas lantas meminta imbal-balik berupa 20% penghasilan Anda seumur hidup, bersediakah Anda? Kalau itu adalah saya, maka jawabannya adalah TIDAK.

image

Berawal dari sekedar browsing, saya menemukan sebuah artikel di internet (Baca di sini :  Jebakan Bantuan Pendidikan Sampoerna Academy (Akademi Siswa Bangsa Internasional) ). Di sana seorang netizen mengeluhkan tentang Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang awalnya dikira memberi beasiswa namun belakangan ternyata peserta didik harus mengganti seluruh biaya pendidikan dengan jumlah yang sangat tinggi. Rupanya yayasan ini menggunakan skema student loan atau pinjaman siswa seperti yang ada di luar negeri, dimana siswa yang membutuhkan akan dipinjami uang untuk menempuh pendidikannya yang mana nantinya biaya itu harus dikembalikan. Di Indonesia, selain PSF, ada Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap dan Surya University yang menerapkan hal ini. Continue reading “(Student) Loan for Life? No, Thanks!”