Posted in Tips

Tips Menghadapi Wabah Flu

Sakit flu memang cukup mengganggu. Dan parahnya, begitu satu orang saja kena flu, maka lingkungan sekitarnya juga akan ikut terkena dampaknya. Orang sekantor, sekelas, sekost atau serumah akan sangat berpotensi untuk terjangkit sakit flu secara bersama-bersama hingga akhirnya menyebabkan terjadinya wabah flu. Lalu adakah cara untuk survive dari wabah flu ini sementara kita harus berada di area tersebut, misalnya di kantor atau sekolah? Simak tips berikut ini!

1. Hindari orang yang sedang flu
Sebisanya hindari mereka yang terserang flu untuk sementara namun tentu saja dengan cara yang wajar dan sopan untuk menghindari resiko tertular yang lebih besar.

2. Mandi keramas tiap kali pulang dari tempat yang berwabah

Tiap kali pulang dari kantor/sekolah/tempat mana saja yang terjangkit wabah flu, segera mandi keramas dengan shampo dan sabun anti-bakteri agar tidak ada kuman yang tersisa di tubuh yang bisa terhirup ketika kita tidur.

3. Cuci atau disinfektan pakaian dari tempat yang terjangkit wabah flu

Segera lepas pakaian yang habis digunakan dari tempat yang berwabah dan masukkan ke bak cuci. Disinfektan dengan cairan anti-kuman jika memang mau dipakai lagi.

4. Disinfektan semua benda yang pernah digunakan saat mengunjungi area yang terjangkit wabah flu

Memang terkesan berlebihan, tapi dengan begini kemungkinan virus flu menyebar dari barang-barang personal Anda dapat dihindari.

5. Makan makanan bergizi

Kalau biasanya makan seadanya, maka saat wabah flu terjadi, korbankan sedikit penghasilan untuk makan makanan bergizi yang kaya akan protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan zat-zat bermanfaat lainnya. Daging, telur, tempe, tahu, dan sayuran hijau bisa menjadi pilihan. Usahakan pada masa ini jangan makan makanan instan dan pilih makanan yang dimasak secara alami, baik di warung maupun di restoran terdekat. Dengan demikian, tubuh dapat memiliki cukup amunisi untuk menghadapi serangan virus flu.

6. Makan makanan pedas

Makanan pedas bisa melancarkan tenggorokan yang biasanya sakit karena flu. Selain itu, makanan pedas juga bisa membantu membersihkan hidung melalui ingus yang keluar. Makanan ini biasanya mengandung capsiacin yang juga dapat membantu melawan sakit flu.

7. Makan sup ayam

Sup ayam merupakan menu andalan buat yang sakit flu jadi coba makanan ini sebagai salah satu cara preventif untuk mengatasi flu.

8. Minum jus buah

Pilih jus dari buah-buahan yang memiliki kandungan vitamin C atau antioksidan untuk mengusir flu seperti apel, jeruk, nanas, anggur merah, pepaya, dll. Dengan demikian maka akan bertambah lagi penghalang untuk sakit flu.

9. Minum yoghurt

Yoghurt termasuk ampuh untuk mencegah sakit flu karena menghambat pertumbuhan virus penyebab penyakit ini, maka selama ada wabah, usahakan minum yogurt.

10. Minum minuman hangat

Minuman hangat seperti teh atau jahe dapat membantu melegakan tenggorokan yang sangat mungkin merupakan salah satu tempat pertama dimana virus flu ini mulai menyerang.

11. Minum madu

Madu asli dapat langsung menghilangkan sakit tenggorokan jika diminum dengan dosis yang cukup banyak hingga dapat meminimalisir kemungkinan sakit flu dan menguatkan daya tahan tubuh, so it is worth a try.

12. Minum susu

Susu mengandung banyak vitamin dan mineral untuk memperkuat daya tahan tubuh, jadi jangan lupakan susu selama wabah flu masih berlangsung.

12. Minum vitamin C dosis tinggi

Vitamin C dapat memperkuat daya tahan tubuh, jadi pada saat wabah ini terjadi, minum suplemen vitamin C berdosis tinggi untuk membantu tubuh mengalahkan penyakit ini.

Demikian beberapa tips sederhana untuk setidaknya meminimalisir kemungkinan terjangkit wabah flu. Semoga bisa membantu semua yang membutuhkan.

Posted in Life

Sangat Kecewa dengan Lottemart Ratu Plaza Jakarta

Pada Rabu, 18 Januari 2017, saya berbelanja di Lottemart Ratu Plaza, Jakarta, sekitar sore hari. Setelah membeli satu botol air mineral, saya menuju mushola di sebelah Lottemart untuk sholat. Setelah itu saya kembali ke Lottemart untuk berbelanja 1 kg tepung terigu yang tadinya lupa saya beli. Sehabis itu saya kembali ke plaza di lantai atas untuk cari makan dan karena tidak berhasil menemukan makanan yang sesuai selera, saya kembali lagi ke Lottemart untuk makan di sana. 

Usai makan, saya hendak keluar namun dihentikan oleh satpam. Saat itu barang bawaan saya adalah tas plastik berlambang Lottemart dan satu tas cangklong. Saya heran kenapa dihentikan. Saya tanya, apakah alarmnya berbunyi. Satpam tersebut menjawab “tidak” namun lantas memeriksa tas plastik Lottemart saya. 

Di dalamnya ada tepung terigu dan air mineral yang tadi saya beli di Lottemart, juga satu botol kecil air mineral merk lain yang saya bawa dari rumah, dan arloji saya. Satpam tersebut menanyakan struk untuk masing-masing barang. Struk untuk tepung terigu dan struk makan ada, tapi struk air mineral tidak ada karena sudah saya buang. Saat pembelian, memang tidak disertakan tas plastik karena saya hanya membeli satu barang jadi struknya otomatis saya buang. Rekaman pembelanjaan tersebut bisa dicek di CCTV, dengan kasir bertubuh tambun yang saat itu sedang menghitung uang. Lalu saya juga menjelaskan botol air mineral kecil dan arloji itu milik saya pribadi. 

Namun satpam tidak begitu saja percaya pada penjelasan saya dan mempermasalahkan ketiadaan struk dua botol air mineral tersebut. Sepertinya dia beranggapan bahwa saya telah mengambilnya begitu saja dari dalam, apalagi mungkin penampilan saya dengan memakai jaket ala mahasiswa dan belanjaan yang sedikit membuat saya terlihat seperti tidak punya uang. Saya sudah menyebutkan harga botol air mineral yang saya beli dan menantangnya untuk mengecek sendiri ke dalam untuk membuktikan bahwa saya benar-benar membeli salah satu air mineral tersebut. Sementara untuk air mineral yang botol kecil, saya sudah bilang bahwa saya bawa sendiri dari rumah. Saya tidak tahu bahwa ada kebijakan dari Lottemart untuk melabeli air mineral dari luar. Saya tidak diperiksa begitu masuk karena botol kecil itu saya taruh di tas cangklong saya. Untuk mengurangi berat tas cangklong dan kebetulan ada tas plastik Lottemart yang agak kosong, pada saat hendak keluar, saya letakkan semua barang yang kurang diperlukan di tas plastik tersebut, buktinya juga ada arloji saya di dalamnya, yang untungnya tidak dipermasalahkan karena tidak ada produk sejenis di Lottemart.

Namun satpam tersebut tetap ngotot mempermasalahkan hal ini, padahal ini hanya air mineral dengan harga kurang lebih dua ribu rupiah masing-masingnya, bukan barang mewah berharga jutaan rupiah, bahkan memanggil seseorang dari manajemen. Staff tersebut juga menyudutkan saya seolah saya sudah benar-benar mencuri dua botol air mineral tersebut. Saya lantas menantang untuk mengecek di CCTV, namun staff tersebut berkilah bahwa tidak ada CCTV di bagian air. Dia menyuruh saya membuat BAP di bagian sekuriti dan berkata boleh saja kalau saya tidak mau mengakui perbuatan saya. Saya menjadi emosi dengan hal ini. Bagaimana saya bisa mengakuinya kalau saya tidak berbuat hal tersebut? 

Saya berkata bahwa saya kecewa dan mungkin trauma untuk berbelanja di Lottemart lagi akibat perlakuan buruk ini hanya karena air mineral berharga dua ribuan rupiah yang tidak saya curi, namun staff tersebut dengan tidak simpatik berkata terserah saja kalau saya trauma yang penting saya harus tetap diproses. Apa ini standar perlakuan manajemen Lottemart pada pelanggannya? Menurut saya ini sangat tidak respek. Entah bagaimana training customer service Lottemart, yang jelas ini sangat tidak ramah dan sangat tidak menghargai perasaan pelanggan. Mungkin karena saya tidak bergaya borju jadi dipikirnya tidak apa-apa kalau kehilangan satu customer seperti saya. Padahal beberapa hari sebelumnya, saya berbelanja ratusan ribu di Lottemart yang sama bahkan membeli barang-barang elektronik. Saya juga sempat kepikiran untuk berbelanja rutin di Lottemart bahkan membuat kartu member, namun semua perlakuan buruk ini menghapuskan semua kesan dan niat baik saya terhadap Lottemart.

Kemudian, saya digiring ke eskalator dimana saya menunggu cukup lama untuk seorang satpam yang mungkin akan mem-BAP saya. Karena sudah kadung emosi apalagi dituduh yang tidak-tidak dan berurusan panjang hanya karena air mineral, saya jelaskan dengan berapi-api bahwa saya tidak mencuri kedua botol air mineral tersebut. Mana mungkin saya ambil resiko hanya untuk air mineral. Kalau barangnya mahal, mungkin masih masuk akal. Untungnya kemudian saya bisa pergi tanpa di-BAP. Sayangnya tidak ada permintaan maaf dari manajemen Lottemart mengenai hal ini.

Saya sangat amat kecewa dengan perbuatan karyawan-karyawan Lottemart tersebut, apalagi hanya karena dua botol air mineral yang harganya tidak seberapa itu. Seandainya saya salah tentang prosedur, apa tidak bisa diingatkan baik-baik? Saya adalah customer baru di Lottemart, jadi wajar kalau saya kurang paham mengenai prosedur di sini. Lagipula sangat disayangkan kalau karyawan-karyawan tersebut menuduh saya mengambil dua botol air mineral tersebut tanpa bukti kuat seperti rekaman CCTV sementara saya tidak melakukan hal yang dituduhkan. Bisa dicek di rekaman CCTV bahwa saya benar-benar membayar untuk satu botol air mineral yang saya beli dan untuk yang botol kecil yang saya bawa dari rumah, saya masih menyimpan struknya dari pembelian di Carrefour Plaza Lippo Kramat Jati, Jakarta, beberapa hari sebelumnya. Bisa dicek di rekaman CCTV tempat yang bersangkutan kalau belum yakin. 

Menuduh orang lain mengambil barang di tempat umum adalah hal yang sangat tidak menyenangkan dan juga tidak sopan sekali. Amat disayangkan karyawan-karyawan Lottemart tidak bisa memilah mana masalah yang seharusnya di-blow up dan mana yang tidak. Maksud saya, hanya untuk dua botol air mineral lantas membuat kehebohan seperti ini, apalagi tanpa bukti rekaman CCTV, itu sangat tidak proporsional. Perlakuan buruk ini telah menyebabkan saya antipati terhadap Lottemart. Padahal saya bisa saja berbelanja berjuta-juta rupiah di kemudian hari di Lottemart dan menjadi member setia serta ikut mempromosikan tempat belanja ini ke semua netizen dan kenalan saya, namun sayangnya karyawan-karyawan Lottemart tidak bisa melihat prospek tersebut hanya demi dua botol air mineral. 

Saya harap ada staf manajemen senior di Lottemart yang membaca komplain ini dan menyelesaikannya dengan profesional. Sampai saat itu tiba, saya tidak akan pernah berbelanja lagi di Lottemart sampai kapanpun. Berhati-hatilah terhadap Lottemart dan semoga tidak ada lagi yang mengalami hal seperti ini.

Posted in Opinion

Wanita Indonesia dan Definisi Kesuksesan

Wanita Indonesia sudah mulai berpikiran modern saat ini. Banyak di antara mereka yang mengecap pendidikan sampai ke jenjang yang tertinggi dan menempati posisi-posisi penting baik di institusi swasta maupun pemerintahan. 

Namun sayangnya, kadang banyak kaum wanita yang beranggapan bahwa menjadi sukses hanyalah berorientasi pada materi belaka. Definisi sukses sering disamakan dengan kemampuan untuk meraih pendidikan atau jenjang karier yang setinggi-tingginya. Uang kerap kali menjadi tolak ukur kesuksesan seorang wanita. Rasanya sudah “setara” dengan laki-laki bila bisa duduk sama rata dan sama rasa secara materiil.

Akibatnya, tidak sedikit yang lantas mengorbankan kehidupan pribadinya, misalnya keluarga, demi meraih “kesuksesan” yang diyakininya ini. Ada yang menunda berkeluarga hingga usia yang terlampau matang demi ambisi mengejar pendidikan atau karier. Ada pula yang sudah berkeluarga namun ketika dikaruniai keturunan, maka buah hatinya itu dititipkan sepenuhnya pada pihak lain. Sekedar memenuhi kebutuhan anak secara materi sudah dianggap cukup bagi mereka. Bahkan sampai ada yang tidak dikenal oleh anaknya sendiri dan dipanggil “Tante” bila pulang ke rumah saking sibuknya.

Menurut saya, menjadi seorang wanita Indonesia yang sukses bukanlah dengan cara sepenuhnya melupakan kodratnya. Manusia di muka bumi ini bisa terus eksis akibat adanya keberlanjutan dari generasi sebelumnya, karena itu alangkah sayangnya jika mengorbankan kualitas generasi yang akan datang demi mengejar materi yang tidak akan ada habisnya itu. Kodrat seorang wanita adalah menjadi seorang ibu, karena itu meskipun zaman sudah berubah, maka seyogyanya hal tersebut tidak ikut mengikis peranan wanita dalam membentuk sebuah keluarga.

Continue reading “Wanita Indonesia dan Definisi Kesuksesan”

Posted in Opinion

Menantikan Apartemen Bertarif Terjangkau untuk Kelas Menengah di Indonesia

Contoh salah satu apartemen sederhana (gambar: pinterest)

Semakin berkembangnya kota-kota besar di Nusantara menarik para pekerja dari seluruh Indonesia untuk merantau ke sana untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Fresh graduate atau lulusan baru dari berbagai kampus baik negeri dan swasta pun berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan yang memang lebih sering terdapat di kota-kota besar tersebut. Akibatnya, beberapa kota besar sampai ibukota pun disesaki kaum pendatang. Buktinya, saat Lebaran tiba, Jakarta menjadi sepi dari lautan manusia yang biasanya mengakibatkan kemacetan karena sebagian besar penghuninya mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Sayangnya, derasnya arus pekerja yang notabene kelas menengah ini kadang tidak dibarengi dengan infrastruktur yang baik. Mahalnya harga properti membuat para perantauan ini biasanya memutuskan untuk memilih kos sebagai tempat tinggal, bahkan bagi pasangan yang sudah menikah sekalipun. Rumah susun (rusun), yang adalah model apartemen ala Indonesia, juga dirasa kurang pantas mereka tempati karena biasanya dialokasikan untuk kalangan menengah ke bawah.

Memang sudah banyak kos yang menyediakan fasilitas wah dengan tarif yang selangit. Tapi tetap saja, kos berarti berbagi rumah dengan orang lain, yang berarti harus banyak-banyak toleransi. Berbagi kulkas, dapur, sampai kamar mandi pun seringkali dilakukan.

Ingin menyewa apartemen, bahkan yang kelas studio pun kadang berat dilakukan. Apartemen kosongan sering meminta pembayaran full setahun di depan, sementara gaji para pekerja ini biasanya bulanan. Tarifnya pun sering tidak sesuai dengan kondisi keuangan para salary man ini. Lagipula apartemen di Indonesia masih diibaratkan sebagai tempat untuk kalangan kelas atas yang berduit tebal dan bermobil. 

Karena itulah saya mulai berangan-angan, adakah kiranya suatu saat pemerintah tertarik untuk membikin hunian nyaman untuk kalangan kelas menengah yang terdiri dari para karyawan kantoran berpenghasilan sedang ini? Dengan model sedikit lebih baik dari rusun namun tarif yang tidak memberatkan layaknya apartemen. Saya pun terpikir model apartemen ala Jepang, yang tarif sewanya terjangkau bahkan oleh lulusan baru sekalipun.

Continue reading “Menantikan Apartemen Bertarif Terjangkau untuk Kelas Menengah di Indonesia”

Posted in Islam, Life

Mission Accomplished : Khatam Al-Quran

Alhamdulillah, pada bulan Ramadhan 1437 H kali ini saya berhasil menuntaskan misi pribadi yaitu mengkhatamkan Al-Quran.

image

Misi ini sebagai lanjutan dari keberhasilan misi tahun lalu yaitu menyelesaikan 22 juz dalam bulan Ramadhan. Misi ini berhasil tercapai dalam 20 hari dengan rata-rata menyelesaikan 1,5 juz sehari.
Awalnya memang berat. Hari-hari pertama Ramadhan hanya bisa menyelesaikan 1 juz lebih sedikit, dibagi lima waktu shalat. Memang saya biasanya membaca Al-Quran setelah shalat lima waktu. Namun pelan-pelan bacaan saya semakin banyak.
Dari awalnya hanya bisa 50 ayat sekali baca, lalu berikutnya bertambah jadi 80 ayat, terus berkembang menjadi 100 ayat, dan lama-lama bisa juga baca 1 juz dalam sekali baca. Waktu yang diperlakukan untuk membaca 1 juz ternyata tidak selama dugaan saya. Dengan bacaan Al-Quran saya yang biasa saja, saya bisa menyelesaikan 1 juz Al-Quran dalam kurun waktu kurang-lebih 1 jam. Target 1,5 juz sehari pun bisa dipenuhi bahkan terlampaui. Continue reading “Mission Accomplished : Khatam Al-Quran”

Posted in Opinion

(Student) Loan for Life? No, Thanks!

Jika suatu pihak yang membiayai pendidikan Anda sejak SMA sampai universitas lantas meminta imbal-balik berupa 20% penghasilan Anda seumur hidup, bersediakah Anda? Kalau itu adalah saya, maka jawabannya adalah TIDAK.

image

Berawal dari sekedar browsing, saya menemukan sebuah artikel di internet (Baca di sini :  Jebakan Bantuan Pendidikan Sampoerna Academy (Akademi Siswa Bangsa Internasional) ). Di sana seorang netizen mengeluhkan tentang Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang awalnya dikira memberi beasiswa namun belakangan ternyata peserta didik harus mengganti seluruh biaya pendidikan dengan jumlah yang sangat tinggi. Rupanya yayasan ini menggunakan skema student loan atau pinjaman siswa seperti yang ada di luar negeri, dimana siswa yang membutuhkan akan dipinjami uang untuk menempuh pendidikannya yang mana nantinya biaya itu harus dikembalikan. Di Indonesia, selain PSF, ada Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap dan Surya University yang menerapkan hal ini. Continue reading “(Student) Loan for Life? No, Thanks!”